Ngulik Tekno Bag. 15: Nebula Capsule

Sama seperti tulisan kemarin di “Ngulik Tekno Bag. 14“, episode terakhir Ngulik Tekno ini juga akan membahas mengenai produk yang belum Mamak miliki. ๐Ÿ˜† Ketika mendapat tugas tantangan untuk membuat ulasan tentang sebuah produk berteknologi mutakhir, website ataupun aplikasi, Mamak sempat terpikir untuk membuat ulasan produk canggih yang mempermudah pekerjaan di dapur. Yup, the non-human chef’s assistant. ๐Ÿ˜‚ Tapi, seiring berjalannya waktu, si Mamak malah teralihkan oleh aplikasi-aplikasi di Play Store dan dua gawai yang diceritakan di Ngulik Tekno Bag. 14 & Bag. 15 ini.

Courtesy of seenebula.com

Nebula Capsule merupakan sebuah proyektor mini seukuran kaleng minuman soda keluaran perusahaan Anker.ย Begitu melihat video ulasan mengenai proyektor ini di Youtube, Mamak langsung berbinar-binar! It’s a can of awesomeness, menurut Dave Lee dalamย sebuah videonya di Youtube. Kemudahan pemakaian, kesederhanaan (yet, awesome!)ย  bentuk dan tampilan, juga fitur pengeras suara yang nampaknya jernih dan mampu membuat telinga nyaman saat mendengarkan suara yang keluar dari alat tersebut, membuat para penggila teknologi mungkin rela mengeluarkan lebih dari USD 300 untuk menjadikan Nebula ini salah satu koleksi mereka. Bagaimana dengan Mamak? Duh, dana segitu lebih baik dipakai untuk kebutuhan lain yang lebih diprioritaskan. Hehee.

Lalu mengapa memilih nama Nebula Capsule untuk dituliskan sebagai judul tulisan ini? Continue reading “Ngulik Tekno Bag. 15: Nebula Capsule”

Advertisements

Ngulik Tekno Bag. 14 : Artisul Pencil Sketchpad

img_20180720_233950_276-2003800642.jpg
Courtesy of Amazon

Ulasan produk yang tidak belum Mamak miliki. ๐Ÿ™ˆ Lah… jadi bagaimana Mamak memberikan penilaian bagi benda ini? Dengan melihat beberapa orang lain melakukan unboxing dan mencoba menggunakan si Artisul ini. Hehee… (Saking inginnya si Mamak mengulas produk ini)

 

 

 

Continue reading “Ngulik Tekno Bag. 14 : Artisul Pencil Sketchpad”

Ngulik Tekno Bag. 13: iPusnas

Mama, Asyad hoyong ka ‘pupustakaan’, naek bis!“* Pinta Arsyad beberapa hari terakhir ini.

Mamak juga ingin ke Dispusipda lagi, Nak. Kalau di tempat yang banyak bukunya itu rasanya penat jiwa dan lelah raga semua diserap habis oleh buku-buku yang ada di sana! Tapi apa daya, belum sanggup Mamak pergi ke Dispusipda naik Damri membawa dua anak yang satu on the way to his three, yang satunya lagi sedang sangat nalaktak**. Angkat tangan, deh. Hahaa. Pernah sekali-kalinya pergi keluar sendiri menggunakan angkutan umum (Damri of course. What else? ๐Ÿ˜…), membawa mereka berdua ke Taman Lansia Bandung dalam rangka “temu kangen” dengan (wo)men behind the gun-nya Divisi Desain IP Bandungย danย ibuk leader. Dan….. pulang ke rumah langsung tepar! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Oleh karena keinginan berada dalam suasana perpustakaan begitu membuncah sedang situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk mewujudkannya, mengapa tidak “membawa” perpustakaan ke dalam rumah? Continue reading “Ngulik Tekno Bag. 13: iPusnas”

Ngulik Tekno Bag. 4: ruangguru.com

Cung yang belum tahu tentang Ruangguru?

Ada yang masih belum tahu? Masa sih… Segitu brand ambassador-nyaย si imut Iqbaal Ramadhan, yang dulu berkiprah di dunia tarik suara bersama grup CJR, beberapa bulan lalu terpilih oleh siย Surayahย untuk memerankan karakter Dilan dalam film Dilan 1990?

Ini mau ngobrolin aplikasi, Iqbaal, apa Dilan sih, Mak? ๐Ÿ˜…๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ Continue reading “Ngulik Tekno Bag. 4: ruangguru.com”

My Mood Boosted by Simply Doing These 7 Things!

Adalah fitrahnya wanita, emosinya cenderung mudah labil dibandingkan pria. Menyadari hal itu, si Mamak musti lah pandai-pandai menjaga kestabilan emosi supaya suasana hatinya juga senantiasa dalam keadaan prima. Sampai sekarang belum pandai sih ๐Ÿ˜… tapi hamdallah beberapa kegiatan sederhana berikut ini, cukup efektif sebagai mood booster buat Mamak.

1. Memeluk Pasangan dan Anak

Photo Courtesy: http://www.gettyimages.com

Yang paling sederhana, tapi paling powerful. Kekuatan yang tercipta dari sebuah pelukan hangat sudah tidak diragukan lagi. Simple thing yet creates complex change. Dan yang paling sering Mamak rasakan adalah ketika mood sedang berada di level terendah dan emosi pun ikut gonjang-ganjing, sebuah suara, “Ma, peluk atuh…” dan dekapan tulus dari sang bocah membuat perubahan nyata dalam hitungan detik!

Continue reading “My Mood Boosted by Simply Doing These 7 Things!”

Kadal yang (tak pernah) Membosankan

Sesungguhnya, maksud dari judul tulisan ini mengarah pada istilah kadal yang mengerikan alias Dinosaurs. Tapi kemudian menjadi kata “membosankan” yang dipilih karena si kadal ini terlalu sering diputar akhir-akhir ini. ๐Ÿ˜‚ Tulisan ini dibuat atas apresiasi Mamak pada Arsyad yang ngga minta diputarkan tontonan macam-macam selain film Dinosaurs ketika kami sekeluarga terkena batuk pilek berjamaah semingguan ini. Jadilah kegiatan di rumah itu tak jauh dari baca buku dan nonton film lewat netbook Mamak.

“Tutuwus, Mama…! Hoyong oton tutuwus acad di letop!”ย 

Continue reading “Kadal yang (tak pernah) Membosankan”

Every Child is Special

Sebuah aliran rasa tentang film Taare Zameen Par

Kapan ya pertama kali Mamak nonton film ini? Hmmm.. yang jelas ngga di bioskop *emoticon monyet tutup mata* Tapi meskipun hanya bermodalkan layar 11 inch dan sound system seadanya di netbook, feel dari film ini tuh langsung dapet banget. 

Tentang apa sih filmnya? Palingan bollywood mah yang banyak nari sama nyanyi gitu. Hihi. Iya sih, di film ini juga banyak aksen tarian dan nyanyiannya, udah jadi ciri khasnya film-film produksi negeri-nya Aa Shah Rukh Khan lah ya itu mah. Tapi, lagu-lagu yang jadi backsound di film ini justru jadi bumbu penyedap yang mecin banget (apaaa coba), dan bikin Mamak makin terhanyut kedalam ceritanya.

So, ceritanya itu terfokus pada Ishaan (diperankan oleh Darsheel Safary), bocah lelaki usia sekolah dasar yang selalu gagal dalam setiap tes di sekolahnya. Satu-satunya yang mungkin dia sukai dari kegiatan bersekolah adalah menangkap ikan di parit sekolah sehabis jam pelajaran. Ini membuat kondektur bis sekolahnya selalu mengomel dan memarahinya. Tidak hanya kondektur, sepertinya semua orang yang mengenalnya memperlakukannya dengan tidak menyenangkan. Hanya Ibu dan Kakak lelakinya, Yohan, yang masih memperlihatkan sikap sayang pada Ishaan. Anak ini, tak jarang dibandingkan dengan Yohan yang memiliki prestasi gemilang di bidang akademik dan olahraga tenis, baik oleh guru-gurunya maupun ayahnya. Ternyata, Ishaan bukan nakal dan malas belajar. Dia hanya mengalami kesulitan dalam perkembangan literasinya. Setiap kali belajar, dia selalu melihat angka dan hurug berputar, menari-nari mengelilingi kepalanya. Hingga ayahnya memindahkannya ke sekolah asrama khusus putra. Sekolah yang tadinya dia awali dengan langkah kaki yang berat dan penuh tangis, kemudian menjadi titik awal kebahagiannya. Kemurungan Ishaan perlahan berubah menjadi kegembiraan sejak dia bertemu dengan guru seninya, Ram Shankar Nikumbh (diperankan oleh Aamir Khan).

Apa yang dilakukan Pak Nikumbh ini sehingga si kecil Ishaan menemukan kebahagiaannya?

Perhatian, kesabaran, dan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Ishaan. Ketiga hal ini yang Mamak highlight dari tokoh Pak Nikumbh. Sejatinya, itulah yang tugas penting yang kita emban selaku orangtua: memberikan perhatian penuh, sabar dalam setiap perjalanan tumbuh kembang anak, dan menstimulus dan memfasilitasi bakat dan minat anak dengan treatment yang sesuai dan penuh ketelatenan. Bukan menuntut mereka untuk menjadi persona yang membanggakan, bukan pula membanding-bandingkannya dengan orang lain (meskipun itu saudaranya sendiri) diiringi rasa kecewa. 

Every child is special.

Mengapa? Karena mereka hanya ada satu di dunia ini, the one and only. Tidak ada duplikasinya. Walaupun kembar, tetap tidak bisa disamakan. Dan mereka ini unik, spesial, pribadi dengan bakat yang berbeda dengan yang lainnya. Allah SWT menerangkannya dalam Al Qur’an, salah satunya seperti yang tertera pada QS. Al Israa: 84

So, sudah diciptakan oleh Allah tuh spesial, mengapa kita, yang waktunya dihabiskan paling lama (atau ternyata tidak?) bersama mereka, tidak bisa melihat betapa istimewanya mereka? Malah habis waktu kita membanggakan anak lain yang jelas-jelas beda segala sesuatunya dan tidak menganggap kekhasannya sebagai sesuatu yang bisa membesarkan hati kita. Tak heran jika nanti akan banyak bermunculan the next Ishaan. Anak-anak yang rasa percaya dirinya terjun sebebas-bebasnya karena merasa kehilangan harga diri di mata orangtuanya sendiri.

A complete lesson.

Pelajaran yang amat berharga, perlu kita simak dan cermati dari yang dialami oleh keluarga Ishaan dalam film ini, untuk kemudian bermuhasabah, berkaca apakah kita adalah cerminan ayahnya Ishaan? Sudahkan kita setulus dan setelaten Pak Nikumbh? 

Film ini berakhir dengan bahagia. A happy ending story. Kita pun belajar dari akhir cerita film ini, jika kita ingin anak kita bertumbuh dengan baik dan bahagia, maka? 

Lihat dan amati bagaimana interaksi Pak Nikumbh dengan Ishaan, bagaimana perjuangannya membersamai Ishaan menemukan kebahagiannya. Sederhananya, aksi-aksi dari guru seninya Ishaan ini adalah the Dos dan aksi ayahnya adalah the Donts. Ah, sebetulnya kita sudah dibekali guide book yang benar dan yang paling lengkap: Al Qur’an al karim. Mari kaji lagi guide book kita, amalkan, dan lukislah pelangi di kanvas hati anak-anak kita.