Ngulik Tekno Bag. 1: Viva Video

Materi terakhir dari perkuliahan Bunda Sayang: Keluarga Multimedia. Diawali dengan webinar dari founder IIP, Ibu Septi, yang bikin adem sekaligus tertampar-tampar oleh semua ilmu yang diberikannya. ❤ 

Ini nih, salah satu yang dibahas di webinar hari Rabu kemarin. Jangan sampai teknologi membuat yang dekat jadi jauh, yang jauh jadi dekat. Teknologi ada untuk membantu kita melejitkan profesionalisme kita sebagai ibu, memudahkan pengerjaan tugas-tugas kita sehingga waktu 24 jam yang kita miliki bisa dipergunakan secara bijak. Bukan sebaliknya, teknologi melenakan kita sehingga tugas-tugas utama kita terbengkalai. 😦

Banyak sekali yang ingin Mamak tuliskan terkait teknologi dan keluarga multimedia ini. But, the game is on! Hihihi. Saatnya kembali melaporkan tugas tantangan Bunda Sayang! Yeay! 

Nantikan tulisan Mamak tentang keluarga multimedia selengkapnya minggu depan! 

Tantangan di bulan terakhir ini adalah mengulas teknologi yang difungsikan sebagaimana mestinya: memudahkan pekerjaan ibu sebagai manajer keluarga, membantu ibu menemani anak-anak belajar, memberikan akses belajar pada ibu sebagai sarana self-enrichment dan selfempowering. Teknologinya ini bisa berupa laman situs, aplikasi atau program. Nah, Mamak mulai tugas ini dengan membuat review tentang aplikasi Viva Video. 

Aplikasi yang bisa dijalankan pada smartphone berbasis android maupun iOS ini mampu membuat Mamak yang visual ini ketagihan dalam mengoperasikannya! 😂🙈 Mengapa Mamak memilih aplikasi ini untuk dibuat ulasannya? Karena Mamak suka fitur-fitur yang ada pada VivaVideo. Aplikasi ini mengusung teknologi pembuatan karya visual kreatif seperti video dan slide show dengan cara yang relatif mudah. Hamdallah, dalam perjalanan kuliah Bunda Sayang ini Mamak bisa menghasilkan tiga karya amat sederhana dengan menggunakan VivaVideo. Yang pertama berupa slide show rangkuman diskusi kelas, bisa dilihat di sini. Yang kedua, masih berupa slide show, yang ditayangkan di kelas Bunda Sayang sebagai perkenalan di agenda Jum’at Hangat (mengenal lebih dekat anggota kelas) dan yang terakhir berupa stop motion ala-ala, dibuat sebagai review dari presentasi dan diskusi materi 11 kemarin. 

Fitur yang Memukau

Dari mulai fitur cut, adding text, dan adding music yang “wajib” dimiliki oleh sebuah program video maker, sampai efek video, efek transisi, fitur penambahan stiker, efek tulisan yang kita tambahkan, semuanya masuk kategori Memuaskan bagi Mamak. 

Advertisements

Pendidikan Fitrah Seksualitas Bag. 14

Saat membuka kembali catatan presentasi kelompok Mamak dalam Materi 11 kelas Bunda Sayang IIP, Mamak teringat akan ebook yang sampai sekarang belum khatam Mamak baca. 😭 Hiks. Ebook tersebut berjudul  Nurturing Eemân in Children. Dibuka lah lagi ebook-nya dan Mamak menemukan salah satu bab yang mengangkat isu self-esteem. Topik ini menjadi bagian dari pembahasan presentasi kelompok kami yang mengambil tema pendidikan aqil baligh. Satu hal yang paling diingat dari diskusi di hari penampilan presentasi kami adalah lemahnya penghargaan akan diri sendiri membuat remaja melakukan berbagai pernyimpangan perilaku, seperti gank motor, narkoba, dll. Oleh karena itu, untuk melindungi anak-anak kita dari tindakan penyimpangan tersebut, kita perlu membangun self esteem yang kuat pada diri anak sedini mungkin. Bagaimana penjelasan Dr. Aisha Hamdan terkait self esteem building ini?

pengejasemesta-1899224229.jpg
Sumber clipart: shutterstock.com (Lorelyn Medina)

Continue reading “Pendidikan Fitrah Seksualitas Bag. 14”

Nabi Luth As. & Kaum Sodom


Semalam saat Mamak sedang membuat daftar bebikinan apa saja yang bisa dilakukan untuk media berkisah 25 Nabi & Rasul Allah, tangan Mamak berhenti menulis pada poin nomor 8: Nabi Luth As. Seketika ingat lagi pada materi yang sedang dipelajari di kelas Bunda Sayang IIP saat ini. Materi kesebelas: Mendidik Fitrah Seksualitas Anak.

Sampai detik ini, Mamak belum pernah membacakan kisah Nabi Luth As. pasa Arsyad, apalagi Adzkiya. Kisah-kisah Nabi yang baru dikenal Arsyad adalah kisah yang berhubungan dengan binatang. Sengaja Mamak pilihkan kisah-kisah tersebut karena binatang merupakan satu dari sekian banyak hal yang Arsyad sukai. Mengamalkan prinsip mengajak anak berkegiatan: start with the things the kids love. Nah, jika tiba saatnya nanti Mamak mengisahkan Nabi Luth As. dan kaum Sodom yang bejat itu, bagaimana Mamak bisa menyampaikannya dengan baik hingga pesan yang terkandung dalam kisah tersebut dapat diterima dan dipahami oleh anak-anak? I wonder. (Kemudian bertapa 🙈) Continue reading “Nabi Luth As. & Kaum Sodom”

Mengenal Bagian Tubuh (Pendidikan Seksualitas Sesuai Fitrah Bag. 10)

Ma, Dede Mamasna mana?” *

Begitu tanya Arsyad ketika Mamak sedang memandikan adiknya, Adzkiya, sore tadi. Mamak menjawab bahwa adiknya itu perempuan jadi tidak memiliki mamas alias penis, tetapi memiliki momok alias vagina. Ya, Mamak dengan gamblang menyebutkan nama organ vital laki-laki dan perempuan dengan menggunakan istilah bahasa Sunda, bahasa yang kami pakai sehari-hari di rumah. Mamak dan Papa tidak mengganti penggunaan nama tersebut dengan sebutan lain semisal burung, titit atau apapun. 


#Tantangan10Hari #FitrahSeksualitas #LearningByTeaching #BundaSayangSesi11

Ketika Anak-anak Mandi Bersama


Ini kejadian yang baru saja teralami tadi pagi. Awalnya, Mamak mempersiapkan air hangat dan perlengkapan mandi pagi untuk Adzkiya tetapi kemudian ada yang berseru,

Mama, ibakna Arsyad heula!”*

Wow, luar biasa. Arsyad berinisiatif untuk mandi sendiri bahkan ingin untuk didahulukan dari adiknya. Ini momen yang sangat langka! Dan baru terjadi tadi. Mamak begitu senang karena hari-hari biasanya diwarnai oleh drama susah mandi. Saking senangnya, Mamak siapkan ember untuk menampung air hangat untuk mandi Arsyad dan langsung mengisi ulang teko untuk segera dipanaskan lagi untuk mandi Adzkiya.

“Dek, maaf ya. Mandinya jadi Aa dulu. Dede tunggu sebentar sambil main dulu, ya.”

Seketika Adzkiya menjerit dan menangis, tidak mau ditinggalkan sendiri di kamar bermain.