Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 11)

“Pooott!”

Kata Arsyad, kalau doski ditanya gimana bunyi kentutnya.

Duh, tulisannya diawali dengan sesuatu yang kurang sedap, hehee. Seharian ini Mamak K.O oleh yang namanya masuk angin dan agak susah untuk kent**. Diantara tak enaknya rasa mulikbek di perut lantaran angin, jadi teringat percakapan semacam tadi. πŸ˜€

Arsyad bermain bersama duo bibinya lagi di rumah abah. Sampai menjelang magrib! Lalu kenapa tak Mamak jemput nih si bujang lebih awal, ba’da dzuhur misalnya? Jujur, ada baiknya hari ini Arsyad berada di rumah abahnya. Mamak khawatir jika Arsyad bermain bersama Mamak, yang ada dia kecewa karena Mamaknya sering minta izin buat time out. Terkapar lemah tadi Mamak. Alhamdulillah, selepas ashar badan Mamak agak enakan setelah segala macam cara dilakukan, hehehee.

Bersiap menyambut Arsyad.

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 11)”

Advertisements
Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 10)

“Arsyad nuju naon?” (Arsyad sedang apa?) Begitu tanya Abahnya Arsyad saat menemuinya di kamar ba’da sholat subuh. Yang ditanya sedang asik memainkan botol warna-warni bertuliskan huruf hijaiyah.

“Ungu. Ungu..!” Serunya.

“Apa? Ungu? Lagi apa, Arsyad?” Tanya abahnya lagi sambil mendekat.

“Nih. Ungu. Ungu!” Ulang Arsyad.

“Oh, ungu. Iyaa.. Ayo mau ikut sama abah?”

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 10)”

Diaper Turunan

wp-image-638632938

Habis nanjak, terdapatlah turunan. Heheee..

Turunan yang Mamak maksud di sini itu lungsuran, warisan, bekas, secondhand. Jadi waktu pertama kali belikan cloth diaper buat Arsyad dua tahun lalu, Mamak berazam akan merawat mereka dengan baik sehingga nantinya bisa diwariskan pada adiknya Arsyad. At least to his first sibling. Dan ya, meskipun perawatan yang Mamak lakukan ngga sesuai SNI, πŸ˜€ masih bisa lah dipakai adek bayik yang lahir tanggal 2 September kemarin ini. Lumayan lah buat starter. 3 diaper ukuran newborn dan 5 diaper ukuran regular (yang nampak begitu jumbo di badan adek bayik, hihihi) sudah resmi berpindah tangan. Dalam rangka menghibur hati adek bayik, Mamak belikan lagi 1 diaper ukuran reguler biar dia tidak merasa jenuh memiliki barang-barang secondhand. “Yeay, aku dibelikan sesuatu yang baru juga!” Begitu mungkin kira-kira. Padahal, bayik merah ini tentulah belum paham kerasnya dunia yang mana yang sudah pernah dipakai, yang mana yang masih bau toko.

Bicara soal perawatan,

Continue reading “Diaper Turunan”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 9)

wp-image-1527913508

Tak ada “objekan” baru untuk hari ini. Hanya tambahan 2 botol warna yang melengkapi formasi 5 rangerΒ Sirup Hijaiyah. Dan Arsyad masih sekenanya menyebutkan nama huruf yang entah itu ditanya ataupun dia lihat sendiri simbolnya. Terkecuali huruf Alif dan Ba. Mungkin karena sudah molotok ya itu dua huruf awal hijaiyah. Kelima botol ini sudah dikondisikan pada berbagai macam posisi oleh Arsyad sesiangan tadi. Posisi tutup di bawah, posisi berbaris shaf, posisi berpasangan (menyisakan botol Ta sendiri), dan masih banyak lagi. “Yeeee…!”, katanya jika kelima botol itu sudah pada posisi yang dia inginkan. Saat pergi ke rumah Abah pun, lima sekawan ini harus turut serta. Pun ketika dia pulang lagi ke rumah, mereka tidak boleh ketinggalan. Semoga semakin sering Arsyad melihat dan berinteraksi dengan si lima sekawan, semakin menempel lah simbol-simbol huruf dalam memorinya. *Hipnosis ala Mamak* πŸ˜€ Sepertinya media ini lebih cenderung menstimulus gaya belajar visual dan kinestetik. Hmmm.. Mamak yang ngga jago musik ini harus berpikir keras setiap harinya “menciptakan” irama yang asik untuk mengabsen huruf-huruf hijaiyah yang sedang kami pelajari. Dan harus bisa menarik hati si tuan. Karena kalau tidak, yang ada si tuan malah abai dan membuat raut wajah, “Maaa.. bisa ganti lagu sekarang juga?” Heuheuu..

Ketika bangun dari tidur siangnya, Arsyad setengah berlari menuju abahnya di ruang tengah, yang pulang dari masjid ba’da sholat Jum’at langsung nyamperin cucunya.

“Ba! Ba! Ba…!!” Serunya sambil mengelilingi area ruang tengah yang ditempeli huruf hijaiyah. Mamak tidak bisa melihat dengan jelas karena waktu itu adek bayik sedang mengASI.

“Mana Ba?” Tanya abahnya, belum paham dengan apa yang diujarkan Arsyad.

“Ieu…!” (Ini) Sambil menunjuk salah satu huruf di lantai. Entah huruf apa yang ditunjuk tapi…

“Oh, huruf Ba. Iya..” Jawab abah.

Siang tadi Arsyad tidak melakukan split seperti kemarin-kemarin. Malah berjalan cepat mengelilingi ruang tengah. Mungkin dia sedang latihan thawaf. Sedari beberapa minggu sebelum bulan Dzulhijjah, si tuan jadi senang dengan kegiatan jalan-jalan mengelilingi satu area rumah, di rumah siapapun itu. Someday, we will do it the right way in Makkah al Mukaramah, my dear ❀

#Day9 #Level4 #Tantangan10Hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunSayIIP

Posted in Arsyad's Journal, IIP, Kisah Mamak

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 8)

Huaaaaaaaaaah ❀

Ini pertama kalinya setelah sekian lama Mamak bisa menikmati tidur siang…!

*Apa sih, Mak.. bisa tidur siang aja heboh begitu..

Mungkin kesannya sepele, ya. Tapi inilah kenapa Mamak waktu check up pertama ke klinik pasca lahiran dikasih PR harus tidur siang minimal 1 jam: kerasa bangeeeeeet cape, lemes dan ngantuknya kalau skip afternoon nap. Alhamdulillah.. hari ini bisa menyempatkan tidur siang menengahi si tuan dan si nona. Si tuan kalau tidur suka menjelajah ke seluruh penjuru kasur, jadi Mamak memfungsikan diri sebagai palang antara dia dan si nona kecil berusia 12 hari yang sama-sama suka “menari dalam tidur”. πŸ˜€

Istirahat cukup, level kewarasan meningkat. Hehee.. Maka, sehabis bangun dari tidur siang tadi, kami (Mamak dan Arsyad) menjalani sisa hari dengan riang. Tidak buru-buru Mamak ajak dia belajar hijaiyah. Kami makan siang dulu, cuci piring dulu -“Cai..!” (main air) kalau kata Arsyad mah- dan bermain bebas. Oiya, ketika Arsyad akan pipis, dia melihat styrofoam yang digunakan untuk Tusuk Hijaiyah lalu berkata,

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 8)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 7)

Hari ini adek bayik diperiksa ke klinik sebagai check up rutin kedua pasca kelahiran. Berikut Mamaknya. Arsyad juga ikut, lengkap dengan Enin yang menemaninya ketika Mamak dan adek bayik masuk ruangan pemeriksaan. Arsyad pasti belajar banyak ketika di luar ruangan sana. Tadi Mamak tak sempat tanya-tanya.

Pagi sebelum berangkat, bahkan sebelum Arsyad mandi, dia meminta Mamak untuk menggulung karpet agar dia bisa melihat huruf-huruf hijaiyah yang tertempel di lantai.Β The failed hijaiyah disco. πŸ˜€

“Ayish..! Ayish..! Maaa.. Mamaaa…! Ayish!” Katanya sambil mencoba menggulung sendiri karpetnya.

“Ten! Uten..!” (Punten! Punten..!/ Permisi) Katanya lagi, masih berusaha menggulung karpet.

“Sini Mama bantu gulung karpetnya.”

“Guwung..!” Sambil manggut-manggut seperti berkata Yes, mommy! Like that.. Heuheuu..

Tanpa diinstruksikan apapun, dia langsung menggerakkan bandannya dan (mencoba) melompat sambil menginjak huruf hijaiyah. Malah kadang dia seperti hendak melakukan pose split dengan menginjakkan kaki kanannya pada huruf Ba berwarna hijau dan Ba berwarna coklat diinjak oleh kaki kirinya. Oke, tanpa lagu tanpa musik. Mamak kemudian kasih dia instruksi, semacam:

“Arsyad..! Injak huruf Alif..!”

“Huruf Ba, injak!”

“Huruf Alif warna biru mana?”

“Huruf Ba, warna coklat! Mana…?”

Kadang sambil dia menginjak, sambil menyerukan nama hurufnya atau warnanya. Kadang dia sendiri yang inisiatif menyebutkan huruf atau warnanya sambil menunjuk huruf yang dimaksud. Yaa.. yaa.. seperti yang Mamak duga sebelumnya, bebikinan Mamak tuh jarang yang bisa membuat Arsyad klik mau melakukannya. Beberapa hari kemudian, bahkan dalam kurun waktu entah kapan, barulah dia mau memainkannya. Paling cepat, keesokan harinya. Seperti Hijaiyah Disco Split ini.

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah? 7)”

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 6)

Selasa.. waktunya Arsyad dapat vaksin MR di Posyanduuu~

Terus apa hubungannya sama belajar hijaiyah? Ngga ada, sih.. Biar kalimat pembuka tulisannya agak berbeda saja dari sebelumnya. Heheee.. Dari hasil cuci mata di pinterest tempo lalu, Mamak dapat ide lain buat dieksekusi sebagai kegiatan belajar Hijaiyah Arsyad. Mamak kasih judul Hijaiyah Disco. Basically, Arsyad menari mengikuti irama lagu pengiringnya. Jika lagu berhenti, Mamak akan menyerukan, “Alif!” atau “Ba!” dan Arsyad harus menginjak salah satu huruf yang benar sesuai dengan yang Mamak serukan. Hasilnya? Arsyad cuman mau melakukannya beberapa menit saja. Dia malah minta street mat-nya untuk digelarkan.

wp-image--768222864

Idenya dari sini. Biasa.. Pinterest helps a lot. πŸ˜€

Setelah itu, Arsyad teringat Tusuk Hijaiyah begitu melihat serpihan styrofoam di lantai. Tapi lagi-lagi, dia hanya mau menusuk-nusuk pakunya beberapa menit saja. Hanya pada huruf Ba dan itu pun tidak beres ditusuki paku semuanya. Oke, belajar hijaiyahnya disudahi dulu. Lebih ingin banyak bermain bebas ya hari ini, Nak? Dan bermain bebasnya juga terbatasi oleh kemampuan mata Mamak untuk melek. Arsyad yang sudah tidur siang tadi pada waktu dhuha, terpaksa harus ikut tidur lagi karena Mamaknya ketiduran ketika menemaninya di kamar sambil menanggapinya bercerita.

Hari ini, gaya auditori terlihat begitu kentara daripada dua temannya. Dari kegiatan bernyanyi, mendengarkan cerita sampai bercerita. Kesemuanya membuat Arsyad begitu senang. Mungkin stimulus untuk visual dan kinestetiknya kurang begitu menarik jadi tidak begitu membuat Arsyad berbinar-binar.

#Day5 #Level4 #GayaBelajarAnak #Tantangan10Hari #KuliahBunSayIIP

 

Posted in Arsyad's Journal, IIP

Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 5)

Rasanya hari ini melelahkan sekali. Mamak perlu mengatur lagi waktunya agar porsi istirahatnya terpenuhi dengan cukup baik. Mungkin, porsi makan juga perlu ditambah. Heuheuu.. Karena kalau badan sudah mulai kurang fit, itu lampu kuning. Berpengaruh sekali pada manajemen emosi. No fit = Emosi gonjang-ganjing. Lah, nanti gimana mau mengamati gaya belajar Arsyad kalau auranya kelam. Jangankan mengamati, membersamai dua anak lucu menggemaskan saja mungkin serasa mengurusi sesuatu yang menjengkelkan. Hari ini Mamak banyak sekali meminta maaf, mengolah nafas dan menyaksikan berbagai drama yang berakhir tangisan Arsyad. Pun memeluk dan dipeluk Arsyad. Ibaratnya hari ini Mamak seperti sedang naik roller coaster. Ketika nafas mulai memburu, nada suara meninggi, dan alis berkerut, mencoba mengolah nafas dan meminta Arsyad memeluk Mamak adalah obat paling mujarab untuk menangkal ledakan emosi. Duh, kalau mengingat lagi kejadian seperti ini, kok ya komunikasi produktifnya nampak tidak mengalami perbaikan. Hiks.

Continue reading “Alif, Ba, Ta..! (Arsyad Belajar Hijaiyah 5)”