Posted in Kisah Mamak, Ulasan Film

Kadal yang (tak pernah) Membosankan

Sesungguhnya, maksud dari judul tulisan ini mengarah pada istilah kadal yang mengerikan alias Dinosaurs. Tapi kemudian menjadi kata “membosankan” yang dipilih karena si kadal ini terlalu sering diputar akhir-akhir ini. πŸ˜‚ Tulisan ini dibuat atas apresiasi Mamak pada Arsyad yang ngga minta diputarkan tontonan macam-macam selain film Dinosaurs ketika kami sekeluarga terkena batuk pilek berjamaah semingguan ini. Jadilah kegiatan di rumah itu tak jauh dari baca buku dan nonton film lewat netbook Mamak.

“Tutuwus, Mama…! Hoyong oton tutuwus acad di letop!”Β 

Continue reading “Kadal yang (tak pernah) Membosankan”

Advertisements
Posted in Family Project, IIP

Buku Beraroma Mangga

wp-image--968595690.
Ilustrasi ini hanya untuk kebutuhan judul saja (yang mengandung kata “Buku” dan “Mangga”. Tidak ada hubungannya dengan isi tulisan.

Tantangan Bunda Sayang kali ini membuat Mamak teringat pada kebiasaan mencium aroma kertas pada buku yang baru dibeli. Hihihi. Entahlah apa faedahnya ini, yang jelas kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan yang sampai saat ini masih berlangsung. Sekali waktu, jaman Mamak kuliah dulu, Mamak pernah beli komik (yeah.. Mamak penggemar manga dari jaman SD :-D) dan ketika dicium kertasnya kok seperti beraroma mangga. Padahal waktu itu Mamak tidak sedang makan buah mangga, minum jus mangga, atau sekedar kepengen mangga. Haha. Absurd.

Yang belum dapat kami lakukan hingga saat ini adalah family reading time, berkumpul bersama membaca buku yang disukai oleh masing-masing anggota keluarga, kemudian mendiskusikan buku tersebut. Tak apa.. enjoy the process dan terus semangat menghiasi galaksi literasinya dengan bintang-bintang 😍<3

#AliranRasa #GameLevel5 #KuliahBunSayIIP #Tantangan10Hari #ForthingstochangeImustchangefirst

Posted in Family Project, IIP

Galaksi Literasi (17)

Jalan-jalan pertama dua bocah Pengeja Semesta ke perpustakaan…! Yeaaay…!

wp-image-354046970Maryam, beruntung sekali, usia baru 61 hari, sudah jalan-jalan ke perpustakaan kece! πŸ˜€ Maryam senang nampaknya, terbukti dengan pulasnya dia tidur selama kami asyik dengan buku-buku di perpus, hihi. Arsyad? Waah.. begitu melihat deretan banyak buku, dia berlari sambil bingung (nampaknya). “Buku yang mana dulu, yaa… yang akan aku baca?” Mungkin begitu kira-kira pikirnya. πŸ˜‚ Sebelumnya, Arsyad pernah dibawa jalan-jalan ke toko buku di dekat rumah. Tapi yang ada Arsyad malah lari-lari minta dikejar Papa waktu itu, hehe. Sepertinya, kalau nanti Arsyad jalan-jalan lagi ke perpustakaan, antusiasmenya mungkin sama dengan ketika di datang ke perpustakaan ini.

Continue reading “Galaksi Literasi (17)”

Posted in Family Project, IIP

Galaksi Literasi (16)

Pagi-pagi saat Mamak keluar dari kamar mandi, Arsyad heboh berseru menanyakan keberadaan buku abu-abu. Laaah… buku abu-abu yang mana maksudnya? Sepengetahuan Mamak, tidak ada buku yang cover depannya dominan abu-abu, dan seingat Mamak, Arsyad belum pernah diceritakan kisah ataupun dongeng yang ada hubungannya dengan abu-abu. Bingung Mamak. Papa apalagi. πŸ˜‚

Continue reading “Galaksi Literasi (16)”

Posted in Family Project, IIP

Galaksi Literasi (15)

Tragedi terjadi kembali tadi pagi. Arsyad tanpa sengaja merobekkan halaman bukunya karena terlalu semangat membukanya. πŸ˜‚ Mamak saat itu dengan sigap menghentikan tangannya yang seperti akan meneruskan sobeknya si halaman sampai ujung. Hehehee.

“Nanti Mama perbaiki dulu ya, halamannya. Kita lihat yang lain dulu.” Kata Mamak sambil membuka halaman yang lain.

Continue reading “Galaksi Literasi (15)”

Posted in Family Project, IIP

Galaksi Literasi (13)

Hujan sepanjang hari ini. Enaknya selimutan, sambil ngopi atau ngeteh, ditemani buku-buku yang berteriak minta segera dihabiskan. πŸ˜‚ Siang tadi, siswi yang biasanya les privat ke rumah tidak datang karena hujannya cukup deras. Kegiatan Papa hari ini pun hanya mengikuti seminar saja, ba’da Dzuhur sudah pulang. Jadi kami berdua menghabiskan waktu bersama dengan membaca buku masing-masing di ruang kelas Arsyad. Ciyeeee. Hihi. Sambil menemani Arsyad bermain, tentunya. Lagi-lagi, saat ditanya Papanya, “Arsyad mau baca buku apa siang ini?” Jawabannya masih sama seperti kemarin, “Moal..!” πŸ˜…πŸ˜… Padahal ingin siang tadi itu family reading time, tapi tak apa… Arsyad hari ini sedang senang sekali mengeksekusi lego pipanya dan mengembangkan imajinasinya. Dari mulai “membuat” senapan, pedang, palu untuk memperbaiki dinding dan pintu rumah, payung (yang kemudian dia bawa ke jendela, memegang legonya seperti memegang payung betulan sambil memandangi hujan), hingga kepiting dengan capit-capitnya. Hehee..

Continue reading “Galaksi Literasi (13)”

Posted in Family Project, IIP

Galaksi Literasi (12)

Hari ini tidak ada buku yang benar-benar dibaca oleh Arsyad πŸ˜‚πŸ˜‚ Sementara Papa mabok buku Matematika Ekonomi, hihihi.

wp-image--2120746963

Salah satu buku favoritnya pun, Si Bunglon yang BingungΒ (versi terjemahan bebas ala Mamak dariΒ The Mixed Up Chameleon), hanya dibuka-buka sebentar, “diwarnai” bagian yang ada ekor rubahnya, sudah. Jadi itu awalnya Arsyad minta dibukakan buku mewarnainya, kemudian malah memberikan oil pastel warna biru dan hitam pada Mamak dan menyuruh mewarnai gambar bunglonnya πŸ˜… Mamak terima oil pastelnya, tapi sambil mendorongnya mewarnai sendiri. Alhasil, diambillah oil pastel warna coklat dan digoreskan sekenanya menggunakan tangan kiri ke gambar bunglon di hadapannya. Lalu membuka buku Si Bunglon yang Bingung, dan mewarnai ekor rubah yang sebenarnya sudah berwarna. Hehee..

Ketika bersama Papa tadi sore, dan diajak membaca,

Continue reading “Galaksi Literasi (12)”

Posted in Family Project, IIP

Galaksi Literasi (11)

Family project lagi…! Setelah sekian lama Papa ngadukduk (berkutat) dengan tugas-tugas kuliah dan kerjaannya, pun Mamak dengan tugas pekerjaan lepasnya, akhirnya Minggu pagi ini kami bisa melakukan (spontaneous) family project: jalan-jalan ke Pasar Unpad dan Masjid Al Jabbar ITB Jatinangor. Papa bertindak sebagai ketuplak sekaligus bagian akomodasi, Mamak bagian keuangan, Arsyad dan Maryam sebagai peserta jalan-jalan, hihihi. Ke Pasar Unpad hanya membeli susu murni dan awug yang kemudian kami santap di selasar Masjid Al Jabbar. Sayang, sedang tidak ada kajian pagi itu. Jadinya hanya jalan-jalan menyusuri bagian-bagian masjid dan melihat beberapa Aa dan Teteh sedang melakukan kegiatan bersama Kakak-kakak pembimbing dalam program Al Jabbar Ceria. Arsyad terlihat senang sekali tadi, alhamdulillah..

Di rumah, ketika bocah-bocah sudah terlelap, Mamak dan Papa lanjut (spontaneous) family project yang kedua: bebersih, bΓ©bΓ©rΓ©s, dan bebenah kembali ruang kelas Arsyad. Fyuh, lumayan menguras keringat kami tapi ada rasa puas dan senang ketika beberapa spot di rumah mungil kami yang sangat mengganggu padangan Mamak (visualis banget nih si Mamak, doh!), perlahan mulai terapihkan. Habis tu, kami sholat Dzuhur berjamaah dan makan siang dengan lahapnya. πŸ˜‚ Lanjut berjibaku dengan tugas masing-masing lagi. Sekitar satu jam kemudian, bocah sulung bangun. Mamak bawakan dia beberapa Bee Junior, majalah anak lungsuran Makcha.

“Arsyad, lihat! Ini ada Panda! Ibu panda dan anak panda. Panda naik mobil mau makan bambu di sini.”

Usaha Mamak menarik perhatian Arsyad berhasil dengan bantuan salah satu mobil favoritnya.

“Pada…! Pada ibu-ibu, pada anak-anak! Naek mobim. Mam babu!” πŸ˜‚πŸ˜‚ 

Arsyad memang sedang senang mengulang kembali cerita yang dia dengar. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang digunakan untuk bercerita harus seeeeeeeee-sederhana mungkin. Kalau tidak begitu, dia biasanya akan cemberut dan cenderung tidak lagi memusatkan perhatiannya pada kita. Itulah mungkin salah satu alasan Arsyad kurang suka kegiatan read-book-aloud (untuk saat ini). Dia mah ngajak Mamak Papa-nya buat selalu berinovasi dalam bercerita. πŸ˜…

Masih dalam majalah yang sama, Mamak menemukan bagian “Ikan Koki Moni” yang menceritakan seorang anak perempuan bernama Moni yang ingin memelihara paus. Dan apa yang terjadi ketika kami sampai pada halaman paus ini?

“O’a…” Ujar Arsyad sambil menengadahkan tangannya.

Tuh kan… pasti teringat kembali pada kisah Nabi Yunus AS.

“Oiya berdo’a. Moni berdo’a, ‘Ya Allah.. Moni ingin memelihara paus. Kabulkanlah..”

Improvisasi Mamak kemudian malah diprotes Arsyad dan meminta Mamak mengucapkan do’anya Nabi Yunus AS. Barulah dia mengusap wajahnya dan menyebut aamiin. MasyaAllah… Arsyad.. Arsyad..! Semoga kelak Arsyad bisa memahami makna dari kisah-kisah teladan yang Arsyad dapatkan, ya… Aamiin 😍<3
#GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBunSayIIP #ForThingsToChangeIMustChangeFirst 

Posted in Family Project, IIP, Kisah Mamak

Galaksi Literasi (10)

Alhamdulillah, hari ini badan Mamak sudah fit kembali! Yeay~ 

Selama flu beberapa hari kemarin (hari ini sebenarnya hidung masih beringus dan kepala masih agak sedikit pusing), ayat pertama surat Al Ashr benar-benar terngiang dalam pikiran Mamak.

Demi masa. Sesungguhnya Manusia berada dalam kerugian. (QS Al Ashr : 1 – 2)

Betapa nikmat sehat dan waktu luang sering sekali Mamak lupakan. Hiks. Terasa sekali ketika sakit, mau mengerjakan tugas-tugas rumah, lemas, jadi banyak yang didelegasikan pada orang lain; mau membersamai Arsyad dengan beragam aktivitas seru, letih, jadi banyak main bebas; mau baca buku-buku yang belum khatam, lesu, jadi sulit konsentrasi dan mencerna makna; dll. Alhamdulillah, masih diberi kekuatan oleh Allah untuk membersamai Papa, Arsyad dan Maryam walaupun ala kadarnya dan mengerjakan tugas BunSay ini semampunya. πŸ˜…

Oke, kita sudahi sesi curhatnya. Lanjut ke curhat sesi berikutnya. *laaah…

Curhat sesi kedua ini tentang perjalanan trio Pengeja Semesta melahap isi buku, hihihi, berikut laporan teraktual dari display Galaksi Literasi kami. 

Tadi pagi, sehabis mandi, Arsyad memulai keseruannya di ruang kelas dengan mewarnai burung hantu: warna biru untuk kepala dan matanya, warna merah muda untuk sayap dan kakinya. πŸ˜€
Kemudian entah kenapa dia tetiba berseru, “Tutuwus!” (Dinosaurus) dan mencari buku 136 Fakta Menakjubkan tentang Dunia yang menyajikan dua halaman mengenai dinosaurus, salah satu halaman favoritnya sampai saat ini. 

” Ana? Teu aya?” (Mana? Kok ngga ada?) Katanya sambil menyisir barisan buku-bukunya.

“Kan di kursi coklat. Tadi dibawa sama Arsyad.” 

“Kusi? Ana…?” (Di kursi? Mana?) Kemudian di berlari ke ruang tengah, mencari bukunya.

“Ieu…!” (Ini..!) Serunya setelah menemukan buku yang dimaksud.

Nah, kalau kemarin Arsyad “presentasi”, pagi ini kepo-nya muncul kembali dengan ujaran ieu-naon-nya.

Gambar 1.

A : “Mama, ieu naon?” Menunjuk gambar burung.

M : “Èta burung Song Thrush.” Membacakan nama si burung sesuai informasi di buku.

A : “Ash.” Berusaha mengikuti apa yang dikatakan Mamak.

Gambar 2.

A : “Mama, ieu naon?” Dengan nada tanya berbeda dari yang pertama.

M : “Burung waxwing.

A : “Wing! Emam naon? Buwung emam naon?”

M : “Emam naon, nya? Hmm.. buah naon ieu, nya? Buah ceri kitu?”

A : “Buah… buah… kesen! Buah kesen, Mama..!” Serunya, maksudnya si buah merah kecil itu adalah buah kersen.

M : “Hehe.. buah kersen, nya?”

Gambar 3.

Ketiga binatang yang ada di foto ditunjuk dan ditanyak oleh Arsyad, kecuali si oposum. Lalu seperti tadi, dia berusaha mengikuti apa yang diucapkan Mamak dan hanya kuskus lah yang mampu diucapkan dengan benar dan lancar. *applause*

Buku bagi Arsyad, selain menjadi hiburan alternatif (agar terhindar dari sakau gawai), memiliki banyak manfaat. Diantaranya, (1) sebagai media penambah kosakata baru, (2) sebagai media penanaman moral value, (3) sebagai media belajar mengolah informasi, dan masih banyak lagi. Sebagai media belajar mengolah informasi, misalnya saja seperti yang kami lakukan tadi sore. Kami membandingkan paus yang ada di buku Kumpulan Cerita Binatang dalam Al Qur’an dengan yang ada di buku 136 Fakta Menakjubkan tentang Dunia. Pokoknya, karena kebanyakan kosakata yang dikenal Arsyad itu didapat dari buku, biasanya kalau menemukan benda atau binatang yang menarik perhatiannya, dia pasti langsung menghubungkannya dengan informasi yang dia peroleh dari buku. Contohnya, ketika Arsyad melihat tayangan video pendek tentang paus di netbook Mamak kemarin, dia lalu bercerita tentang Nabi Yunus AS. yang masuk ke dalam perut paus, sampai memperagakan kedua tangannya layaknya sedang berdo’a dan meminta Mamak membacakan do’a Nabi Yunus (QS. Al Anbiya : 87). Atau ketika dia melihat kepik, dia berseru sambil menyebut-nyebut buku dimana dia mengenal kata kepik.

Sungguh luar biasa memang kekuatan buku ini, terlebih-lebih buku yang diturunkan Allah sebagai salah satu tanda cinta-Nya untuk hamba-hamba-Nya: Al Qur’anul kariim. Mungkin itulah satu dari sekian banyak hal yang menjadi sebab diturunkannya “Iqra” sebagai ayat pertama.

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS. Al ‘Alaq : 1)

#GameLevel5 #Tantangan10Hari #KuliahBunSayIIP #ForThingsToChangeIMustChangeFirst