Menginap 10 Jam di Amaris Hotel Serang

Minggu lalu para PengejaSemesta main jarambah*. Dua hari dua malam kami bernomaden ria di daerah Banten. Sebuah mobil Kijang warna biru metalik keluaran tahun 1997 penuh oleh kami berempat beserta Abah, Enin, Makche dan Makcha, juga barang bawaan kami yang menyesaki bagasi. πŸ˜€ Start dari Jatinangor sekitar pukul setengah sebelas pagi, rehat dan sholat di Rest Area KM 88, sampai akhirnya terjebak macet sebelum masuk daerah Jakarta yang menyebabkan kami baru tiba di Serang lewat pukul delapan malam.

amaris-hotel-serangSalah satu dari kami berkutat dengan Google Maps, mencari arah menuju tujuan kami: rumah adiknya Abah yang akan mengadakan hajatan pernikahan anak bungsunya, yang adalah keponakan Abah dan sepupu Mamak. Dua lainnya juga sibuk dengan gawainya untuk mencari hotel terdekat yang harganya ramah kantong tapi fasilitasnya juga bisa membuat kami sekeluarga merasa cukup nyaman. Setelah beberapa menit pencarian, muncullah nama Amaris Hotel Serang yang cocok dengan kebutuhan kami. Mereka sendiri menobatkan hotelnya sebagai :Β  Β  Continue reading “Menginap 10 Jam di Amaris Hotel Serang”

Advertisements

2nd Graduation from Institut Ibu Profesional

Kemarin paman datang, pamanku dari desa…

Eaaa.. si Mamak malah nyanyi. Nulis, Mak… nulis…! Ini blog sudah seperti gudang yang banyak sarang laba-labanya. Nulis….! Banyak-banyak nulis lagi, Mak…!

Hehe. Tadinya memang tulisan ini akan diawali oleh kata kemarin, terus malah teringat lagu anak-anak itu. Ada yang hafal? πŸ˜‚ Lalu jadi malah ingat lagunya Marcell Siahaan yang judulnya “Firasat”, perlu nyanyi lagi ngga Mamaknya? πŸ˜…πŸ˜…

Let’s be serious now.

Tulisan ini Mamak dedikasikan untuk para wisudawati Institut Ibu Profesional, khususnya wisudawati Matrikulasi Batch 6 dan Bunda Sayang Batch 2 & 3, seluruh jajaran panitia acara wisuda (You guys rock!), teman-teman Ibu Profesional seluruh dunia, para orangtua yang tak pernah berhenti belajar demi anak-anaknya, jugaaaa… keluarga Mamak tercinta!

Ini mukadimah tulisan blog sudah menyerupai kata pengantar buku saja. Ckckck. Baiklah, daripada ngalor-ngidul lagi, mari ikut Mamak mereka ulang acara Wisuda Akbar & Seminar kemarin! Continue reading “2nd Graduation from Institut Ibu Profesional”

Uyut : In Memoriam

Januari dua tahun yang lalu, keluarga besar Lebak Ringgit berlibur bersama ke area wisata air panas Darajat Pass. Kalau bukan Uyutnya Arsyad & Adzkiya yang minta, nampaknya akan sulit bagi kami untuk memaksakan diri bermacet-macet ria ke sana. Maklum, waktu itu masih suasana liburan sekolah jadi hampir sepanjang rute Jatinangor – Darajat Pass ditandai dengan warna merah jika dilihat di Google Maps.

uyut2
Ibu Suri dan ketiga menantu yang sedang unjuk kekuatan. (Darajat Pass, Januari 2016)

Ini adalah pertama kalinya kami mengunjungi Darajat Pass beriringan, menghabiskan malam yang luar biasa dingin di satu cottage yang sama, tidur blek semua β€œtumpah” di ruangan tengah cottage, luar biasa. Di kemudian hari, kegiatan berendam dan bermalam di Darajat Pass ini menjadi agenda rutin keluarga besar kami selama dua tahun ini. Dan perjalanan terakhir kami bersama β€œIbu Suri” adalah pertengahan tahun lalu. Meskipun sudah tidak bisa berjalan, bahkan di mobil pun Ibu Suri hanya bisa terbaring, beliau nampak senang dan tak sabar ingin segera sampai di tujuan.

β€œCeu, iraha nepina ieu teh?” * Begitu terus tanyanya berulang kali pada Eninnya anak-anak sepanjang perjalanan. Β  Continue reading “Uyut : In Memoriam”

Self-Awareness for Emak


Hi, 2019! Hello, stubborn learners!

Hihi, stubborn in positive ways ya yang Mamak maksud. Yang stubborn selalu punya waktu buat belajar gitu… Belajar untuk menjadi lebih baik setiap harinya. Asik.

Tulisan ini didedikasikan bagi para pendengar setia radio MQ FM wa bil khusus program Rumahku Surgaku, bagi teman-teman yang tak sempat menyimak siaran program tersebut di hari Sabtu kemarin, 29 Desember 2018, dan bagi Mamak pribadi tentu saja. Sebagai pengingat, sebagai pengganti stiker bertuliskan: β€œWalk the talk, Mak!” , atau semacamnya. So, here it is!

Apa itu Self Awareness ?

Jika merunut pada Oxford Advance Learner’s Dictionary :

Continue reading “Self-Awareness for Emak”

Episode 3 Siaran di MQ Radio

mqakhirtahunPara PengejaSemesta mengakhiri tahun 2018 dengan keseruannya masing-masing: Papa dengan acara penutupan Mentoring Agama Islam di kampusnya, Mamak dengan kegiatan siaran di MQ Radio, dan anak-anak (meskipun ikut mengantar Mamak ke stasiun radio, mereka bermain di Taman Partere UPI bersama Makche dan Makcha, kedua bibinya). Ini adalah pengalaman ketiga Mamak siaran di MQ Radio, tapi merupakan pengalaman pertama kami memiliki kegiatan di luar yang berbeda, di tempat yang berbeda.

Simak cerita pengalaman pertama Mamak siaran di sini

Continue reading “Episode 3 Siaran di MQ Radio”

Ngulik Tekno Bag. 15: Nebula Capsule

Sama seperti tulisan kemarin di “Ngulik Tekno Bag. 14“, episode terakhir Ngulik Tekno ini juga akan membahas mengenai produk yang belum Mamak miliki. πŸ˜† Ketika mendapat tugas tantangan untuk membuat ulasan tentang sebuah produk berteknologi mutakhir, website ataupun aplikasi, Mamak sempat terpikir untuk membuat ulasan produk canggih yang mempermudah pekerjaan di dapur. Yup, the non-human chef’s assistant. πŸ˜‚ Tapi, seiring berjalannya waktu, si Mamak malah teralihkan oleh aplikasi-aplikasi di Play Store dan dua gawai yang diceritakan di Ngulik Tekno Bag. 14 & Bag. 15 ini.

Courtesy of seenebula.com

Nebula Capsule merupakan sebuah proyektor mini seukuran kaleng minuman soda keluaran perusahaan Anker.Β Begitu melihat video ulasan mengenai proyektor ini di Youtube, Mamak langsung berbinar-binar! It’s a can of awesomeness, menurut Dave Lee dalamΒ sebuah videonya di Youtube. Kemudahan pemakaian, kesederhanaan (yet, awesome!)Β  bentuk dan tampilan, juga fitur pengeras suara yang nampaknya jernih dan mampu membuat telinga nyaman saat mendengarkan suara yang keluar dari alat tersebut, membuat para penggila teknologi mungkin rela mengeluarkan lebih dari USD 300 untuk menjadikan Nebula ini salah satu koleksi mereka. Bagaimana dengan Mamak? Duh, dana segitu lebih baik dipakai untuk kebutuhan lain yang lebih diprioritaskan. Hehee.

Lalu mengapa memilih nama Nebula Capsule untuk dituliskan sebagai judul tulisan ini? Continue reading “Ngulik Tekno Bag. 15: Nebula Capsule”

Ngulik Tekno Bag. 14 : Artisul Pencil Sketchpad

img_20180720_233950_276-2003800642.jpg
Courtesy of Amazon

Ulasan produk yang tidak belum Mamak miliki. πŸ™ˆ Lah… jadi bagaimana Mamak memberikan penilaian bagi benda ini? Dengan melihat beberapa orang lain melakukan unboxing dan mencoba menggunakan si Artisul ini. Hehee… (Saking inginnya si Mamak mengulas produk ini)

 

 

 

Continue reading “Ngulik Tekno Bag. 14 : Artisul Pencil Sketchpad”

Ngulik Tekno Bag. 13: iPusnas

Mama, Asyad hoyong ka ‘pupustakaan’, naek bis!“* Pinta Arsyad beberapa hari terakhir ini.

Mamak juga ingin ke Dispusipda lagi, Nak. Kalau di tempat yang banyak bukunya itu rasanya penat jiwa dan lelah raga semua diserap habis oleh buku-buku yang ada di sana! Tapi apa daya, belum sanggup Mamak pergi ke Dispusipda naik Damri membawa dua anak yang satu on the way to his three, yang satunya lagi sedang sangat nalaktak**. Angkat tangan, deh. Hahaa. Pernah sekali-kalinya pergi keluar sendiri menggunakan angkutan umum (Damri of course. What else? πŸ˜…), membawa mereka berdua ke Taman Lansia Bandung dalam rangka “temu kangen” dengan (wo)men behind the gun-nya Divisi Desain IP BandungΒ danΒ ibuk leader. Dan….. pulang ke rumah langsung tepar! πŸ˜‚πŸ˜‚

Oleh karena keinginan berada dalam suasana perpustakaan begitu membuncah sedang situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk mewujudkannya, mengapa tidak “membawa” perpustakaan ke dalam rumah? Continue reading “Ngulik Tekno Bag. 13: iPusnas”

Ngulik Tekno Bag. 12: Soundcloud

Awalnya, jaman Mamak masih fase menyusun skripsi dulu, aplikasi ini sering Mamak buka di desktop untuk menemani penyusunan skripsi. Semacam pengganti program Winamp atau Windows Media Player, yang memungkinkan kita mendengarkan sebuah lagu dengan deretan versi yang berbeda. Yup, banyak sekali artis Soundcloud yang memproduksi remake atau cover dengan menggunakan aplikasi ini. Mamak sendiri dulu pernah menerbitkan beberapa musikalisasi puisi di sana dan sempat berencana membuat dan mengunggah audiobook untuk buku-buku yang Mamak suka. Sempat berjalan, proses produksi audiobook ini. Hanya saja karena terkendala berbagai hal, prosesnya stagnan hingga saat ini. πŸ™ˆ

Percaya atau tidak, Mamak mendapatkan inspirasi menerbitkan audiobook dari sebuah serial drama Jepang yang berkategori misteri/investigasi! πŸ˜…

Back to the app. Belakangan, setelah memiliki smartphone berbasis Android, Mamak kemudian mencoba menggunakan Soundcloud ini di smartphone. Aplikasi ini terbatas hanya untuk mendengarkan karya-karya audio dari para artis saja. Untuk menerbitkan karya, bisa menggunakan Soundcloud pulse for creator (yang ini belum Mamak coba, hehee)

Overall: 🌟🌟🌟🌟

#Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunsayIIP #KeluargaMultimedia