Tale 6 : Ular dari Tongkat Nabi Musa As.

Mama, ieu tinggal aya ular ageung!” *

Seru Arsyad sambil menggoyang-goyangkan rangkaian rel kereta mainannya, seolah-olah itu adalah ular panjang yang sedang merayap. Beberapa hari yang lalu, keluarga laba-laba adalah tiga rangkaian lego yang dibuat seperti bentuk silang yang berkaki. Laba-laba berkaki empat. Malam ini, ular besar adalah rangkaian rel kereta mainannya. What next? ๐Ÿ˜ย  Continue reading “Tale 6 : Ular dari Tongkat Nabi Musa As.”

Advertisements

Tale 5 : Ada Helikopter dalam Serangan Abrahah?

Pagi yang mendung membuat Mamak ingin selimutan saja sambil membacakan buku pada Arsyad. Kebetulan Maryam sedang melakukan hajat tidur paginya. Tapi sudah barang tentu itu adalah hal yang mustahil bagi si aktif Arsyad yang sudah kembali lincah pasca cacar air. Baiklah, Mamak ikuti dia ingin main apa pagi itu. Lalu terdengar suara banyak benda berhamburan ke lantai, seperti “dituangkan” dari tempatnya. Ternyata itu suara mainan binatang yang dikeluarkan dari kandang plastiknya.

Ma, ieu gajah putih!”  * Seru Arsyad menghampiri Mamak.

Continue reading “Tale 5 : Ada Helikopter dalam Serangan Abrahah?”

Tale 4 : Once Upon a Time in a High School

Hari ini Mamak sedang ingin bernostalgia. Mengingat saat-saat mendampingi para siswa belajar di kelas satu/dua tahun ke belakang. Setahun yang lalu kira-kira di bulan Februari, Mamak mengajak para siswa kelas XI IPA untuk belajar kembali teks narrative denganย melakukan proyek kelompok membuat sebuah pertunjukan wayang dari cerita “Timun Mas”. Mereka membuat wayang dan panggung sederhana dari kardus dan ilustrasi tangan yang mereka buat sendiri, belajar melafalkan dialog bagian masing-masing, belajar menjadi dalang, dan masih banyak lagi. Di luar pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat “Timun Mas” ini, Mamak melihat para siswa juga belajar bekerja sama, saling mendukung, saling membantu dan bertanggungjawab. Mamak tidak yakin seratus persen apakah mereka menikmati proyek tersebut atau tidak, yang jelas Mamak sendiri mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan dari proyek tersebut. Dari mulai dialog membicarakan rencana proyek, berbagai persiapan, konsultasi, melatih storytelling, hingga menikmati pertunjukan mereka yang luar biasa!

Continue reading “Tale 4 : Once Upon a Time in a High School”

Berguru pada Maestro (Catatan Penemuan Jati Diri Bag. 6)

Berbicara mengenai maestro, pikiran Mamak sekonyong-konyong melayang pada sebuah karya Tomoko Ninomiya, Nodame Cantabile. Manga/ komik Jepang (yang juga dibuat serial dramanya) ini bercerita tentang perjalanan Megumi Noda/ Nodame dan teman-temannya yang berjuang keras belajar bermusik di sebuah sekolah musik ternama. Dalam komik ini, Mamak melihat bagaimana para tokohnya bermimpi besar, belajar dan berjuang keras dalam mewujudkan mimpi mereka. Dan yang paling mengena dengan tema proyek keduaย Ruang Berkarya Ibuย (RBI) ini adalah bagaimana Nodame dkk berhasil menemukan kekuatan diri mereka, tekun mengasah bakatnya dan belajar langsung dari sang maestro! Continue reading “Berguru pada Maestro (Catatan Penemuan Jati Diri Bag. 6)”

Tale 3 : Merak dari Jemuran Baju

Mama, Arsyad hoyong ka kebun binatang. Hoyong ninggal Merak.” *

Ujar Arsyad, beberapa hari yang lalu. Mamak bilang padanya agenda jalan-jalan ke kebun binatangnnya nanti kalau Maryam sudah bisa jalan. Insya Allah. Eh, kemarin siang ketika bermain di halaman belakang Arsyad tiba-tiba membawa jemuran bulat dan menyebutnya sebagai merak.

Wow, what an imagination!

Continue reading “Tale 3 : Merak dari Jemuran Baju”

Tale 2 : Blendi si Blender

Hey, Arsyad! Kenalkan namaku Blendi! Aku suka membantu Mama membuat jus, lho. Jus buah-buahan yang Arsyad suka. Nah, pagi ini Arsyad mau kubuatkan jus buah apa?

“Alpukat!” Seru Arsyad.

Itu adalah pagi kami saat Maryam tertidur. Mamak menceritakan sebuah karakter perabotan yang cukup sering dipakai. Terinspirasi dari bunyi mesin tersebut yang terdengar dari arah rumah tetangga sebelah. Hihi. Cerita biasa saja, sambil pura-pura membuat jus.

Arsyad, sebelum alpukatnya dimasukkan ke dalam badanku, kamu cuci dulu ya alpukatnya!” Kata Mamak, menyerukan suara Blendi si Blender. Continue reading “Tale 2 : Blendi si Blender”

Creativity Burst 13 : Diet Kata Jangan

  • “Nak, pintunya jangan dimainkan! Nanti kejepit lho tangan atau kakinya!”

Diganti menjadi :

“Nak, pintunya dibuka saja, ya, pinter. Biar mobil-mobil Arsyad bisa lewat dengan mudah.”

  • “Nak, makannya duduk, dong. Masa tiduran begitu.”

Diganti menjadi :

“Nak, duduk, yuk. Rasulullah kan makannya sambil duduk. Ini Mama duduk makannya. Duduk yuk, shalih, biar bis biru Arsyad yang di sana kelihatan.”

  • “Nak, itu kuenya jangan disisa-sisa begitu, dong. Sayang kalau dibuang.”

Diganti dengan :

“Nak, sayang, habiskan kuenya, yuk. Sedikit lagi kok. Lengkengnya ngantri, nih. Ingin dimakan tapi nunggu kuenya habis katanya. Mama bantu kupas lengkengnya, ya.”
#tantangan10hari #level9 #kuliahbunsayiip #thinkcreative

Creativity Burst 12 : Menyulap Nasi Sisa Kemarin

Ini cerita kemarin sore.

Mamak melihat masih ada sisa nasi di dalamย magic com. Sekitar satu porsi, cukup untuk membuat cemilan kegemaran Arsyad. Yeah, dia anak Indonesia tulen, cemilannya saja nasi. ๐Ÿ˜‚ Ide menyulap nasi kemarin ini, selain membuatnya menjadi nasi goreng, terinspirasi dari salah satu resep seorang koki asal Italia favorit Mamak,ย Chef John Mitzewich.

Baca juga tentang chef dan tayangan memasak favorit Mamak diย sini.

Continue reading “Creativity Burst 12 : Menyulap Nasi Sisa Kemarin”