Posted in Kisah Mamak

Duhai Al Aqsa…

Beberapa hari yang lalu, di linimasa Facebook Mamak ada beberapa kawan yang membagikan tautan berita perihal kematian abang Chester vokalis-nya Linkin Park. Seketika itu, ingatan mengalami kilas balik ke masa-masa jahiliyah sekolah yang lagi seneng-senengnya mendengarkan musik band macam mereka. Salah satu lagu yang disenangi kala itu adalah, “In the End”. Yeah, in the end… kita people pasti leave ini world yang begitu fana. *Naon sih, Maak..* Untung kilas baliknya begitu kilat. Ngga serta merta membawa keinginan untuk kembali mendengarkan lagu-lagu itu. 

Lalu, saat Papa sudah pulang kerja dan kami duduk santai menonton berita malam…

“Yang, vokalisnya Linkin Park meninggal lho. Bunuh diri katanya.”

“Oh.”

“Ngga tahu sih lengkapnya, da cuman baca headline beritanya aja yang di-share orang-orang di Facebook.”

“Yang, imam Al Aqsa ditembak pas habis sholat subuh!”

https://dailysabah.com/mideast/2017/07/19/israeli-police-shoot-imam-of-al-aqsa-mosque-after-prayer/amp

Innalillahi wa innailahi raaji’uun.. 😦
Mendengar ini, hati menciut dan sedih. Kenapa Mamak ini lebih peduli sama berita bunuh dirinya vokalis band???! Bukannya sudah jadi hal lumrah bagi mereka si seleb hollywood untuk mengakhiri hidupnya dengan cara tragis semacam bunuh diri, overdosis obat terlarang, macam-macam lah. Apa faedahnya memikirkan kematian mereka? Ya Allah… lindungi lah kami dari memikirkan dan melakukan hal-hal yang tidak berfaedah.. huhuuu.. 😦 

Duhai Al Aqsa.. Duhai Palestina..

Mamak ini begitu terlena dengan urusan-urusan sepele. Kadang mengeluhkan hal-hal yang kecil yang tidak seberapa. Tak jarang membuat hati sendiri runyam dengan pikiran-pikiran yang tak menentu. Padahal saudara-saudara Mamak begitu membutuhkan setidaknya hati dan lisan Mamak untuk berucap do’a. 

Mamak harap, yang membaca tulisan pendek ini tidak seperti Mamak, yaaa… Don’t ever try this at home, it’s very dangerous for your mind and soul 😦

“Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan seaudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran : 8)

http://www.aljazeera.com/amp/news/2017/07/al-aqsa-palestinian-killed-jerusalem-protests-rage-170721113840496.html

Memiliki Mesin Cuci

Tadi waktu nyuci (baca: nebeng nyuci di mesin cuci Enin), tetiba kepikiran untuk punya mesin cuci sendiri. Bukan kali pertama keinginan ini muncul. Dan sekarang, alasan ingin memiliki mesin cuci bertambah: sebagai salah satu media belajar kemandirian Arsyad. Kok bisa?

Jadi tread latihan kemandirian anak ini lagi happening di grup ibuk-ibuk yang kuliah di kelas Bunda Sayang IIP. Materi bulan ini gitu lho. Heuheu.. Nah, waktu nyuci tadi, kepikiran sekitar 2 tahun yang akan datang Arsyad sudah cukup umur untuk belajar membantu mengerjakan beberapa house cores semacam mencuci baju. Harapan Mamak dan Papa, dengan segala macam usaha latihan kemandirian ini, anak-anak kami nantinya bisa menjadi pribadi yang tangguh dan hanya bergantung pada Allah SWT semata, ngga ketergantungan sama orang lain. Meneladani Rasulullah tersayang, yang mampu melakukan pekerjaan rumah sendiri, yang hebat di segala urusan karena kemandiriannya. 

Photo courtesy: http://itsbetterwater.com

Kembali ke mesin cuci tadi. Bagi Mamak, alat ini sangat fungsional. Mungkin karena dari jaman masih sekolah sudah dimanjakan dengan kehadiran mesin cuci di rumah, jadi tenaga tangannya kurang terlatih untuk mencuci tanpa alat. Kecuali untuk beberapa pakaian heuseus yang benar-benar memerlukan sentuhan tangan untuk membuatnya bersih dan wangi kembali, juga diaper-diapernya Arsyad yang sengaja Mamak cuci sendiri pake tangan (sesekali minta bantuan Papa) biar lebih awet. Pas jaman kuliah saja Mamak nyuci baju pake tangan karena situasi dan kondisi (anak kostan, bok! Hahaaa), itupun hanya berlangsung 2 tahun. Mamak salut banget sama Nenek Cimindi (Mama mertua), sampai sekarang masih rajiiiiiiin tiap pagi nyuci pakaian pakai tangan. Nenek setrooonggg~ ❀

Nah, waktu nyuci ini sebetulnya bisa Mamak gunakan sekaligus untuk mengerjakan hal-hal lain. Bisa sambil nulis blog, baca-baca artikel, promosi dagangan, hihihiii. Jadi waktunya bisa efektif, tenaga juga bisa dihemat. πŸ˜€ Atau biasanya kalau di rumah hanya ada Mamak berdua sama Arsyad, Mamak suka nyuci sambil menemani dia main di halaman belakang rumah Enin. So, Mamak cenderung bergantung pada mesin ini karena bisa mempraktekkan sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Huehehee

Maka dari itu, mari menabung untuk punya mesin cuci! πŸ˜€

Posted in IIP, Kisah Mamak

Bilang ya, Nak (10)

Hmmm.. hari ke-15 ini ada banyak gangguan lagi buat belajar “ngamar mandi” Arsyad. Pertama, saat jalan-jalan pagi bersama Bi Caca. Kedua, saat ikut antar Mamak cek kandungan rutinan. Terakhir, saat diajak Abahnya mengantar Bi Caca bimbel. Jadinya Arsyad hanya belajar dari sebelum Ashar hingga menjelang tidur. Mungkin karena terlalu lama memakai diaper, dia jadi kecolongan lagi. Sesaat sebelum mandi sore, Arsyad pipis di depan rumah. Celananya sudah basah duluan sebelum dia sempat melakukan pilihan ask to audience. Hehee.. Nah, yang kedua agak epik, nih. Sepertinya Arsyad sudah merasa akan pipis saat Mamak dan Papa sholat magrib. Ketika itu dia tidur-tiduran di sajadah Mamak. Tetiba saat kami selesai, dia nangis sambil bilang, “Pipis..!” Oh, kasihan.. mungkin dia ingin pergi ke kamar mandi tapi tidak ada yang menemani, jadinya dia pergi ke suatu tempat di rumah dan keburu basah celananya. Dia menangis mungkin karena merasa kecewa, tidak berhasil menunaikan tugas pipisnya di kamar mandi.

Anak shalih..

Sampai tak sempat bereskan mukena, buru-buru antar Arsyad ke kamar mandi.

Mamak pun mengantarnya ke kamar mandi dan menyemangatinya lagi. InsyaAllah besok lebih baik lagi belajarnya, yaa.. Mamak merasa terharu ketika melihat ekspresi Arsyad saat menghampiri kami selepas sholat. Sepertinya Arsyad sudah merasa punya tanggung jawab untuk pipis dan pup di kamar mandi. *Mamak berbunga-bunga*
#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day10

Posted in IIP, Kisah Mamak

Bilang ya, Nak… (9)

Tak terasa, tepat 2 minggu Mamak menemani Arsyad belajar pipis dan pup di kamar mandi. Alhamdulillah, hari ini Arsyad menunjukkan progres yang menakjubkan! ❀

4 achievement untuk hari ini…! *standing applause* Ada 1 accident sih tadi pagi sehabis mandi pas dia lagi anteng main sama mobil-mobilannya di kamar. Sepertinya Mamak kurang cepat merespon sinyal Arsyad, jadilah ada sedikit air pipis tercecer di kamarnya. Dan tanpa berlama-lama, Mamak menyambar salah satu insert clodi-nya Arsyad yang berukuran kecil untuk membersihkan TKP.

Satu dari pasukan ini harus mundur dan masuk barisan lap pipis. Heuheu

Saat bangun tidur siang, dia langsung mendekati Mamak yang sedang mengambil vitamin di kotak P3K. Memeluk dan bilang ingin pipis. Meskipun belum mau pipis di potty, yang penting celananya selamat ya, Nak.. πŸ˜€ Begitu pun yang terjadi sehabis Ashar. Arsyad langsung berseru, “Ee..!” ketika merasa ingin mengeluarkan. Hihihi. Proses yang ini agak lama, sampai dia sempat bilang, “Moal..!” (Ngga akan) karena mungkin kesal pup-nya ngga keluar juga. Tapi, Mamak bak bidan yang sedang mendampingi ibu yang akan melahirkan, senantiasa mengafirmasi kalau pup-nya bisa keluar. Berasa di ruang bersalin lah tadi itu. Hahahaa..
Achievement ketiga adalah ketika mandi sore, dia inisiatif jongkok dan pipis di lantai kamar mandi. Selepas Isya, Arsyad minta diantar ke kamar mandi lagi, tapi tak jadi pipis. Mamak langsung pakaikan saja diaper sambil koar-koar seperti biasa. Eh, anaknya ngga mau pake diaper! Ini baru terjadi..!

“Awim..! (Ngga mau) Pipis..!” Katanya.

“Iya, maaf ya, bobo malemnya pake diaper, Sayang.. Besok pagi, Arsyad pipis sama ee-nya di kamar mandi lagi. Kayak tadi. Pinter..”

Yang diajak ngobrol malah keukeuh bilang pipis terus. Baiklah, diajak lagi lah ke kamar mandi. Mungkin yang tadi belum pengen banget. Tapi hasilnya sama kayak tadi, ngga keluar pipisnya. Padahal sudah mau duduk di potty. Okeee.. pake lagi diaper-nya (akhirnya mau). Menjelang tidur, setelah-makan roti-dan-biskuit-juga-minum air putih-tak lupa-gosok gigi, dia bangkit dan ingin diantar ke kamar mandi lagi. Kali ini berhasil, meskipun dalam posisi berdiri. Dan Mamak memang ngga sempat meminta Arsyad untuk duduk di potty karena khawatir udah kebelet dianya.

Well, menuju minggu ke-3 potty training Arsyad besooook…! Yeaaay..! πŸ˜€

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day9

Posted in IIP, Kisah Mamak

Bilang ya, Nak… (8)

Setelah asik main kapur warna, main tuang air kolam ke teko dan gelas, pun memanen jambu, Arsyad dengan santai bilang, “Ee..!”

Satu lagi intervensi yang dialami Arsyad saat potty training minggu ini. πŸ˜€ Tadi sekitar jam 10-an, Arsyad diajak ke balong (kolam ikan) sama Abahnya, nemenin Abah beres-beres dan bersihkan saung, katanya. Sebetulnya bisa saja sih Arsyad ngga pake diaper ke sananya, tapi.. di sana toiletnya kotor.. dan airnya pun keruh. Belum memadai lah sanitasinya, jadi Mamak pilih untuk menjeda pelajaran “ngamar mandi” Arsyad selama sekitar 2 jam.

Seperti kemarin, Arsyad memulai pelajarannya setelah bangun subuh. Dia sendiri yang inisiatif, mengajak Mamaknya untuk menemaninya ke kamar mandi. Setelah mandi, Arsyad diajak Abahnya jalan-jalan beli pakan burung. Pulang-pulang, sekitar jam 8..

Mama.. pipis. Sok nyarios atuh ka Mama. Maaa, Arsyad pipis!” (Mama.. pipis. Ayo bilang ke Mama. Maaa, Arsyad pipis!) TerdengarΒ suara Abah dari arah depan rumah.

“Waduh, pipis dimana Arsyad? Meni jemblong kieu lancinganna?” (Sampai basah banget gini celananya?)

That’s was his first accident of the day. Heuheu.. Yang kedua adalah ketika di balong tadi. Waktu mendengar notifikasi dari Arsyad itu seketika Mamak ingin bawa Arsyad ke kamar mandi, tapi itu tadi.. sanitasi yang bermasalah di sana. Maka Mamak minta diantar Abah untuk pulang. Sesampainya di rumah, langsung ke kamar mandi. Saat Mamak sibuk bersihkan diaper, anaknya sibuk menyirami potty-nya dengan air.

“Iya, nanti kalau Arsyad habis pipis atau ee di potty, dibersihkan, yaa.”

Keasikan main di balong dan memang sudah lewat jam tidur biasanya, Arsyad pun tertidur ketika Mamak tinggal untuk menjemur celana-celananya yang tadi lagi dicuci. Bangun tidur, setelah ngobrol-ngobrol dan bercerita sebentar, Arsyad laporan lagi ingin pipis. Ih, Arsyad tepat waktu dan perhitungan sekali. Rerata interval pipisnya itu kan 2 jam sekali dan setengah jam setelah bangun tidur, hihihi. Dan keluarlah pipis pertama Arsyad hari ini di kamar mandi..! Alhamdulillah.. ❀

Achievement kedua adalah sebelum mandi sore dan yang ketiga sesaat setelah Arsyad dipakaikan diaper jelang tidur malam.

“Arsyad.. pakai diaper lagi, ya. Karena mau bobo. Besok…”

“Pipis..!”

“Oh, Arsyad mau pipis dulu? Yuk atuh ke kamar mandi. Pipisnya di potty.” Ajak Mamak sambil membuka kembali diapernya.

Di kamar mandi, dia malah akan main air dengan gayung kecilnya. Mamak cegah dengan memegangi kedua tangannya dan mengajaknya jongkok di lantai, setelah bilang “awim” pas diminta duduk di potty.

“Pipis.. keluar.” Jampi-jampi Mamak.

“Brrrr…” Katanya menambahkan, seperti orang yang habis pipis. Kemudian dia ketawa. “Agih..!”

“Lagi? Lagi apa, Nak?”

Akhirnya dia minta terus-terusan dikasih “jampi-jampi”. Sambil ketawa-tawa, keluarlah pipisnya.

“Waah.. keluar pipisnya..! Hebat Arsyad pipis di kamar mandi..! Pinteeer.. Anak sholeh pipisnya di kamar mandi.”

“Agih..”

Dan jampi-jampi serta tawa pun berlanjut sampai kami keluar kamar mandi. Sambil memakaikan diaper, Mamak ulang-ulang lagi pemberitahuan pelajaran besok.

Semakin pinter yaaa.. potty training-nya, anak MamaPapa yang sholiiih.. πŸ™‚ ❀

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day8

Posted in IIP, Kisah Mamak

Bilang ya, Nak… (7)

Masih dengan ember yang diisi dengan celana dan undies yang basah karena pipis. πŸ˜€ Pelajaran hari ini dimulai dari pagi, sebelum Mamak buka diaper Arsyad.

“Pipis!” Katanya sambil memegang diapernya.

“Oh, ayo ke kamar mandi! Pipisnya di potty, yaa..”

Tapi Arsyad ngga mau duduk di potty. Ya sudah, Mamak minta dia jongkok saja di lantai. Begitu Mamak lihat diapernya, sudah basah. Telat, hihihi. Total dari pagi sampai menjelang tidur: 5Β accident pipis.

Pas lagi asik main cabut jepitan, terdengar suara “weeerrr…”

TKP: 2x di kamarnya, 2x di rumah Enin daaan.. yang 1x “almost” achievement. Terjadi di atas keset kamar mandi. Udah jalan ke kamar mandi, tapi doski mungkin udah kebelet. Achievement yang lain adalah Arsyad pup di kamar mandi…! Yeaaay..! Meskipun seperti kemarin, dia ngga mau duduk di potty dan jadinya jongkok di lantai kamar mandi dengan masih memakai celana dalam. Ralat, hari ini Arsyad bahkan ngga mau jongkok. Mungkin udah ngga menentu perasaannya. Masih mending pas diangkut ke kamar mandi dianya masih mau meneruskan “perjuangannya”. Katanya kalau anak lagi ngejan, terus kita bawa, dianya suka malah ngga jadi pup-nya. Tapi sudah 2x Arsyad diangkut pas masih “pembukaan pertama” (heuheu), sisanya dia teruskan di kamar mandi.

Pelajaran ditutup dengan pemakaian diaper beberapa saat setelah adzan Isya, dengan pemberitahuan seperti biasa pada Arsyad.

Selamat dan semangat belajar lagi besok, Nak… πŸ™‚ ❀

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day7

Posted in IIP, Kisah Mamak

Bilang ya, Nak (6)

Latihan “ngamar mandi” Arsyad masih berlanjut hingga hari ini. Dan, masih terjadi beberapa accident selama latihan dari pagi hingga ba’da Magrib. Ya, hari ini Mamak pakaikan diaper ke Arsyad lebih cepat dari biasanya. Alasannya klise, biar Mamak bisa rehat sebelum masuk waktu Isya. Nampaknya house cores tadi siang agak menguras tenaga. SepertiΒ biasa, Mamak sounding dulu alasan kenapa dia dipakaikan diaper dan besok pagi mulai belajar lagi pipis dan pup di kamar mandi.

“Arsyad.. pake diaper dulu, ya. Besok belajar lagi pipis dan ee di potty. Lihat.. diaper-nya gambar buaya, nih.. Warna apa? | “Iii.. jaw..!”

Selama belajar, terjadi 3Β accident pipis dan 1Β accident pup, plus intervensi pemakaian diaper pas pagi-pagi sebelum Arsyad tidur dhuha. Mamak ajak Arsyad jalan-jalan ke sebuah mini market, membeli token listrik dan vitamin juga kue yang dia inginkan. Kami sebetulnya tidak sampai menghabiskan waktu 1 jam tadi keluar. Dari mulai berangkat (bareng sama Papa) – durasi belanja di mini market – lanjut ke toko buah – sampai perjalanan pulang (naik angkot lanjut jalan kaki). Tapi Mamak belum pede ngajak Arsyad pergi-pergi tanpa diaper. Baru sebatas kalau jalan-jalan sekitar rumah saja, atau paling jauh ke rumah Uyut wetan (beda 2 RW). Sepulang dari mini market, Arsyad “memberikan kode”. Di kamar mandi, dia sempat duduk sebentar di potty tapi akhirnya malah pipis di lantai kamar mandi. Tak apalah, yang penting pipisnya di kamar mandi, hehee. Beberapa belas menit kemudian, ketika akan makan roti, Arsyad jongkok di karpet dan mukanya berubah serius. “Ee..!” Dia bilang. Pas diminta duduk di potty, dia ngga mau. Akhirnya pup sambil jongkok di lantai kamar mandi dengan masih memakai celana dalam.
Awww…! 2 Β achievement sekaligus dalam 1 hari…! Mamak suka.. Mamak suka..! (Gaya si Mei Mei dalam Upin Ipin) πŸ˜€

Arsyad juga nampak senang dengan pencapaiannya dan apresiasi dari Mamak. Tapi.. ternyata tidak membuatnya bebas accident setelah itu. Hihihi. 2 accident terjadi saat main di luar (Bilang pipis setelah celananya mulai basah), yang terakhir sebelum mandi sore. Accident pup juga terjadi saat main di luar.

Hmmm.. selama beberapa hari ini, Mamak bikin simpulan sementara, kalau Arsyad sedang asik main di luar biasanya kurang aware dengan perasaan ingin buang hajatnya. Jadi tetiba sudah basah celananya, baru dia laporan. Kalau baca buku atau main-main di dalam rumah, cenderung lebih bisa mengutarakan keinginannya sebelum pipis dan pupnya keluar. Mungkin, Mamak perlu menanyakan secara berkala, “Arsyad.. mau pipis?” sebagai alarm kalau Arsyad sedang berkegiatam di luar rumah.

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day6

Posted in IIP, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Bilang ya, Nak… (5)

Mungkin karena intervensi kemarin, Arsyad jadi ngga bilang-bilang kalau pipis. Bahkan setelah celananya basah pun. Dan hari ini, (masih) terjadi banyak accident, heuheu.. Tapi sisi baiknya adalah, hari ini Arsyad mulai menunjukkan ketertarikan dan kesukaannya pada si potty. Yaa.. meskipun pada akhirnya malah dimainkan seperti dia mengendarai mobil truk-trukannya. *laugh but sigh*

Accident pertama itu pas pagi-pagi sebelum mandi dan yang kedua sejam sebelum “tersangka” tidur dhuha. Siang setelah bangun dari tidurnya sampai sesorean akan mandi, terjadi 3 kali accident, dan itu semua bertempat di halaman belakang Enin.Β AccidentΒ ketiga, saking asiknya main air warna-warni, dia sampai adem ayem aja meski celananya basah sama pipis. Padahal biasanya suka heboh bilang, “Ntos..! Ntos..! OmΓ©h..!” (Ganti celana! Cebok!) Β AccidentΒ keempat dan kelima sih, back to yesterday: heboh lagi setelah tahu celananya basah.

Yang anteng main sampe khilaf dia pipis di celana.

Waktu mandi sore, Arsyad inisiatif menaiki si potty. Sekalian saja Mamak ingatkan dia lagi,

“Ya, Arsyad kalau mau pipis atau ee naik potty dulu, ya. Pipis, ee, di potty. Ya?”

“Pootiiii…!” Arsyad berseru senang.

“Iya. Potty tempat Arsyad pipis dan ee.”

Kemudian dia malah mengendarai si potty seperti yang dilakukannya tadi pagi.

“Bukan untuk dikendarai. Untuk pipis dan ee, Nak. Potty untuk pipis, untuk ee. Udah, yuk! Pake handuknya.”

The last accident terjadi saat Papa sudah di rumah. Ketahuan sama Papa pas Arsyad lagi di teras belakang, lagi-lagi ngga bilang, sampai kami harus menelusuri jejak dan menemukan apakah ada genangan air berbau amonia di tempat-tempat yang tadi dia lewati.

Pelacakan: nihil. Continue reading “Bilang ya, Nak… (5)”

Catatan Berkomunikasi dengan Keluarga

Sebenarnya ini lebih kepada tugas kuliah kelas Bunda Sayang IIP, sih. Jadilah Mamak harus membuat rekam jejak yang terjadi selama 10 hari karena tagline tugasnya juga #Tantangan10Hari. Dan ini adalah daftar link catatan tersebut. Dikumpulkan supaya lebih mudah diakses jika di kemudian hari Mamak dan Papa perlu membaca kembali catatan-catatan ini.

Tambahan, berikut adalah link tulisan aliran rasa yang juga harus dibuat di setiap akhir materi bulanan:

Aliran rasa 1

Photo courtesy : http://www.youthensnews.com
Posted in IIP, Kisah Mamak, Yaa Bunayya

Bilang ya, Nak… (4)

Hari ke-9 pelajaran “ngamar mandi” Arsyad. Mulai hari ini, disponsori oleh potty “Puku” warna putih. Kemarin malam Papa pulang membawakan bungkusan berisi potty ini. Alhamdulillah..

“Arsyad, lihat! Papa bawakan ini. Ini potty. Arsyad mulai besok pipis dan ee-nya di potty, ya. Potty-nya ada di kamar mandi.”

Mamak memulai sesi belajar tambahan sebelum Arsyad tidur malam tadi. Seperti biasa, kalau melihat benda baru, Arsyad pasti mengamatinya dulu sepuasnya sebelum mau menyentuhnya.

“Ini potty ya, Arsyad. Nah, Arsyad jongkok di potty kalau mau pipis sama ee. Yuk, latihan jongkok di potty.” Mamak ajak Arsyad duduk di potty.

Arsyad malah..

berusaha memasukkan kedua kakinya ke dalam ceruk tempat menampung pipis dan pup. *emoticon ketawa sampai keluar airmata* 

“Oh, potty bukan kapal, Nak. Potty tempat Arsyad pipis dan ee. Begini nih caranya.” Mamak kondisikan Arsyad ke posisi yang seharusnya.

“Nah, begitu.. Arsyad di atas potty. Pipis dan ee di potty, ya.”

Arsyad selama kelas tambahan lebih banyak diam seperti sedang processing data, mungkin ditambah sudah mulai mengantuk juga, ya. Besoknya, setelah Mamak dan Papa selesai sholat Subuh, Arsyad berlari menghampiri kami sambil berkata,

“Pipis..! Pipis..! OmΓ©h..!” 

Tadinya memang mau Mamak lepas diapernya dan mengajaknya pipis di kamar mandi. Okelah, Arsyad sudah mau inisiatif sendiri. Di kamar mandi, si potty sudah bersiap di pojok dekat pintu. Pelajaran pertama hari ini diambil alih Papa. Tapi ternyata, Arsyad tidak mau pipis. Mau sih menaiki potty-nya, tapi kemudian turun dan malah main air.

“Arsyad ngga jadi pipis? Ngga mau pipis? Yuk atuh, pake celana lagi.” Mamak nimbrung.

“Cingan, eeeh…!” (Pake celana, eh!) Arsyad berseru sambil keluar dari kamar mandi.

Accident kemudian terjadi ketika Arsyad mengelus-elus perut Mamak sambil mengajak ngobrol adek bayiknya. Seketika ekspresinya berubah, seperti yang sedang mengejan.

“Arsyad mau ee? Di kamar mandi, yuk! Di potty ee-nya.”

Di dalam kamar mandi, dia tidak mau menaiki potty-nya,

“Tiis..!” (Dingin) katanya.

Mungkin karena potty-nya sedikit basah. Mamak naikkan ke potty pun tidak mau, malah rewel. Akhirnya dia ee sambil jongkok di lantai, masih memakai celana dalam. Diceboki dan lanjut dimandikan oleh Papa. Setelah mandi, Arsyad digandeng Bi Caca dan Bi Geca ke rumah Uyut dan baru pulang sekitar jam setengah 1 siang. Mamak bikinkan dia susu tapi hanya diminum setengahnya. Habis minum susu, dia rewel-rewel manja di pangkuan Mamak karena sepertinya masih ingin main tapi sudah ngantuk, kemudian tertidur. Bangun-bangun langsung disamper Abahnya jalan-jalan nyari ayam bakar. Baru pulang jam 5 lebih dan ingin langsung makan. Lanjut dimandikan Papa sambil sounding lagi tentang kegunaan si potty. Yang lucu saat mandi adalah ketika si potty bergeser dan berpindah posisinya, Arsyad dengan tekun membetulkannya ke posisi semula. Arsyad mungkin belum mau memakai si potty, tapi Mamak rasa sudah ada rasa memiliki dalam diri Arsyad atas benda ini. *eaaah

Accident kedua adalah ketika Mamak baru saja selesai wudhu dan akan sholat magrib.

“Pipis..! Mama, pipis! OmΓ©h!”

“Ayo, ke kamar mandi. Di potty ya pipisnya.”

Tapi Mamak perhatikan celananya cuman basah sedikit dan lantai ngga basah sama sekali. Ternyata Arsyad pup.

“Oh, Arsyad mah ee itu. Bukan pipis. Di potty ya, ee nya.”

Arsyad masih belum mau menaiki si potty. Ya sudah, masih ada hari esok. Dan celana gantinya pun selamat sampai dia akan tidur.
“Arsyad ngantuk, ya. Pake diaper, ya. Bobonya pake diaper. Besok pagi, pipis sama ee lagi di kamar mandi. Di potty.”

Yang sabar ya, potty. #PukPukPotty

***

Hari ini kalau dihitung-hitung, Arsyad hanya belajar sekitar 4 jam. Kebanyakan intervensi diaper karena dianya diajak pergi-pergi tanpa Mamak atau Papa. Berasa anak sekolah, ya. Hari Minggu libur belajar, heheee.. 

#Level2 #BunsayIIP #MelatihKemandirian #Tantangan10Hari #Day4